Konseling Agama Melalui Telepon dan Email Marak di India
Diposting Senin, 20-02-2012 | 08:48:31 WIB
Diposting Senin, 20-02-2012 | 08:48:31 WIB
"Pertanyaan-pertanyaan mereka sebagian besar tentang apa yang diizinkan oleh Islam selama kehamilan, siklus menstruasi dan menyusui," kata Mohammed Zabeeullah Baig, Sekretaris Ibnul Qayyim Islamic Research and Guidance Center (IRGC), pada Times of India hari Minggu, 19 Februari.
"Pertanyaan melalui telepon ini lebih mudah bagi wanita yang merasa canggung untuk menghadap para ulama, yang sebagian besar adalah pria, secara pribadi.
"Beberapa wanita menelepon untuk menanyakan apakah seseorang diijinkan untuk membaca Al Qur'an selama siklus bulanan. Mereka bertanya hal-hal yang dapat mereka lakukan dalam Ramadhan selama periode datang bulan mereka. "
Semakin banyak Muslim India mencari saran dan fatwa dari ulama Muslim melalui telepon atau e-mail. Banyak mencari jawaban untuk pertanyaan tentang urusan pribadi dan keluarga. Beberapa bahkan bertanya tentang sikap Islam tentang investasi di pasar saham.
"Islam melarang melakukan dan mendapatkan uang dari hasil riba," kata Maulana Shamshuddin Qasimi, kepala imam Masjid Mekkah India di situs Anna Salai.
"Jadi Muslim berpikir dua kali sebelum berinvestasi di saham dalam hal sesuai tidak dengan ajaran Islam."
Bagi Asma Mohammed, meminta saran melalui telepon membantunya lebih memahami tentang perkataan Nabi Muhammad (damai dan berkat atasnya).
"Suatu hari saya berharap untuk membaca versi bahasa Arab asli. Tapi bahasa Arab saya buruk dan saya harus memahaminya melalaui bahasa Inggris dan terjemahan Tamil," Kata Mohammed, bukan nama sebenarnya.
"Ibu saya membantu saya kadang-kadang tetapi ada banyak pertanyaan yang dia tidak bisa jelaskan," kata mahasiswa komunikasi tersebut.
"Kadang-kadang, saya menelepon penerbit atau imam masjid kami untuk memperjelas bagian-bagian tertentu. Hal ini berguna karena menghadap mereka secara pribadi adalah yang aneh."
[muslimdaily.net/onislam]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar